sichengger

Mencari Jati Diri

Telaga Ngebel

Awal Mula Terbentuknya Danau Ngebel

Asal mula terbentuknya danau ngebel adalah penjelmaannya seekor naga, yang konon naga itu penjelmaan dari keris empu yang terkenal pada masa itu. Ketika sang naga meminta pengakuan kepada sang empu bahwa dia adalah anaknya, karena sang empu mengetahui bawasanya naga itu adalah penjelmaan keris pusaka, maka sang empu memberikan syarat kepada naga itu. Apakah syratnya, hemmm syaratnya adalah jika sang naga dapat melingkari gunung wilis denga tubuhnya, maka diakuinya dia menjadi anaknya.
Ternyata dibalik syarat yang diberikan sang empu kepada naga ada tipu daya. Karena sang naga tidak dapat melingkari gunung wilis dengan tubuhnya, maka dia menjulurkan lidahnya. Nah disinilah tipu daya itu. ketika sang naga menjulurkan lidahnya, tiba-tiba sang empu memotong lidah itu. Apa gerangan yang terjadi? Berubahlah lidah sang naga menjadi keris pusaka, sedang sang naga sendiri menjelma menjadi seorang anak yang bernama BARUKLINTING.
Disinilah awal permulaan ceritamya, tatkala sang naga telah menjelma jadi manusia, dia merasakan kelaparan yang amat sangat. Disaat itu bersamaan dengan adanya pesta dari seorang perempuan yang kaya raya. Ketika Baruklinting meminta makanan dipesta itu, bukan makanan yang didapat, akan tetapi diusir dan dimaki habis-habisan dia oleh sang perempuan kaya.
Baruklinting sakit hati dengan perlakuan yang diterimanya. Saat Baruklinting akan pergi dari desa itu, rasa laparnya belumlah hilang, ketika itu ada seorang nenek lewat dan memberinya makanan(mbok rondo). Baruklinting senang sekali karena rasa laparnya kini telah hilang oleh pertolongan mbok Rondo. Karena rasa sakit hatinya pada penduduk desa dan si perempuan kaya yang telah memaki dan mengusirnya, dia mempunyai rencana untuk membalasnya. Ketika rencana tersebut akan dilaksanakan, berpesanlah Baruklinting pada mbok rondo untuk mempersiapkan lesung(alat untuk menumbuk padi yang bentuknya seperti prahu) dan entong kayu(alat untuk mengambil nasi).
Berangkatlah Baruklinting kedesa itu, diadakannya sayembara, yang isinya: barang siapa dapat mencabut kayu yang saya tancapkan ini, maka saya akan meninggalkan desa ini. Semua penduduk desa mencobanya satu persatu, tapi apa gerangan yang terjadi? Tak ada satupun yang dapat mencabutnya. Ketika para penduduk desa tak sanggup mencabutnya, dicabutnya sendiri kayu itu. Apa gerangan yang terjadi? Keluarlah air yang deras dari bekas tancapan kayu itu. Tak sorangpun dapat menghentikan alirannya, terjadilah bencana air bah, tenggelamlah para penduduk desa itu, tak seorangpun selamat, kecuali Mbok Rondo sang dewi penolong Baruklinting, dengan menaiki lesung, sesuai amanat dari Baruklinting. Maka jadilah danau desa tersebut, yang sekarang dipanggil dengan sebutan Danau Ngebel.

Potensi Pariwisata

Kabupaten Ponorogo, cukup kaya akan potensi pariwisatanya, baik wisata budaya maupun wisata alam. Salah satunya event nasional yang berakar dari tradisi masyarakat, yaitu Grebeg Suro yang biasanya digelar pada Festival Reog Nasional. Kegiatan ini dikemas secara matang sehingga cukup layak jual di pasar Wisata internasional. Event Grebeg Suro telah menjadi kalender wisata nasional, dan cukup menarik bagi wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke kota kecil di Jawa Timur ini.

Sedangkan kesenian reog sudah menjadi identitas bagi kabupaten Ponorogo. Oleh karenanya kabupaten ini disebut juga dengan Kota Reog. Pentas seni reog sudah dikenal luas di Indonesia bahkan mancanegara. Di setiap sudut kota dapat dijumpai miniatur-miniatur reog.

Lokasi 

Obyek wisata Telaga Ngebel terletak sekitar 24 km kearah timur laut dari pusat kota Kabupaten Ponorogo Jawa Timur, tepatnya berada di Gunung Wilis dengan ketinggian sekitar 734-750 meter diatas permukaan laut, dengan suhu sekitar 22 derajat celcius. Luas permukaan telaga 15 km dengan dikelilingi jalan sepanjang 5 km. Panoramanya sangat indah dan menakjubkan. Udaranya sejuk dan kondisi alamnya masih asri.

Di kawasan Danau Ngebel, aneka ragam buah seperti durian, manggis, dan pundung. Di Danau Ngebel setiap satu tahun sekali diselenggarakan ritual budaya berupa Larungan Sesaji pada tahun baru Hijriyah/Tahun baru Islam 1 Muharam atau 1 Suro.

10 August 2011 - Posted by | alam | ,

16 Comments »

  1. keliatannya telaganya angker.
    tapi kapan2 kalau sudah punya cukup uang mau kesana ah, bagus tuh kayaknya…

    Comment by Coretanku | 10 August 2011 | Reply

    • telaganya indah low gan makanya kamu datang aja
      pasti kamu puas gan….
      mank kamu mana low gan k’ membutuhkan banyak uang untuk ke telaga ngebel

      Comment by sichengger | 10 August 2011 | Reply

  2. Kapan2 harus kesana nich, 2 jam naik sepeda motor dari tempat ku.
    hehehhe..
    sallam kenal sob…

    Comment by Retnet | 10 August 2011 | Reply

    • salam kenal juga shob
      kan masih menempuh 2 jam kan
      rasakan kalo dah nyampek sana pasti puas gan dan hilang rasa capek itu

      Comment by sichengger | 10 August 2011 | Reply

  3. Ponorogo ga’ terlalu jauh dari tempatku di jawa timur,,
    kapan” boleh antar kesana kan?? hehhehe..
    makasi ya,.

    Comment by Cikal | 10 August 2011 | Reply

    • yaw mank tempat kamu mana low?????????
      yaw ntar klo kamu mw kesan tak antar,hehehehehehehehehe😀
      yaw masama

      Comment by sichengger | 10 August 2011 | Reply

  4. semoga ttp terjaga tradisis serta ciri keseniannya kang iia ponorogo ini🙂

    Comment by Belajar Photoshop | 11 August 2011 | Reply

    • amin kang,,,,,,,
      semoga kesenian nich bisa terkenal sampek ke luar negeri
      tp jgn sampek diakui oleh negara lain……..

      Comment by sichengger | 11 August 2011 | Reply

  5. Beuuh telaganya indah juga tuh😀
    Kayaknya enak tuh kalau buat foto2 *Jiwa ABG keluar* :p

    Comment by iam | 11 August 2011 | Reply

    • eya indah banget makanya kamu maen ke telaga itu pasti puas nek sana buat foto” hehehehehehehehe😀

      Comment by sichengger | 11 August 2011 | Reply

  6. wah saya belum pernah kesana nih gan

    Comment by Reza Saputra | 12 August 2011 | Reply

    • yaw kamu maen aja kesana biar tahu gmn indahnya d sana gan

      Comment by sichengger | 12 August 2011 | Reply

  7. hmmm, belum pernah kesana saya. Mudah-mudahan pemerintah setempat serius menggarap potensi ini. Potensi jangan hanya dibiarkan menjadi potensi saja. Betul?🙂

    Comment by zilko | 12 August 2011 | Reply

    • yaw kamu datang kesini aja gan
      amin… mudah”n masyarakat setempat mampu menjaga potensi tersebut

      Comment by sichengger | 12 August 2011 | Reply

  8. emang telaga ngebel indah banget..klu malam sangat serem cuy..krn ku dah alami kemping di bumi perkemahan telaga ngebel

    Comment by ferry setiyadi | 27 January 2012 | Reply

    • serem namun asyik gan banyak hal yang kita ketahui di situ

      Comment by sichengger | 2 March 2012 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: